Pernah Kuliah Sastra Jerman dan Kerja di Meksiko, Berakhir jadi Penjual Gulali dan Sagon

    Bandung euy
    Makanan Tradisionil Sunda Unik (foto:fajar sukma/bandungupdate)

BANDUNG.- Di tengah maraknya jajanan pasar yang semakin modern dengan kemasannya, Dede Wiratama pengusaha jajanan sunda tempo dulu masih eksis dengan dagangan jajanan sunda tempo dulunya. Tapi, jangan remehkan dulu, omzet dari usahanya ini  bisa puluhan juta per hari. Di event umum sekelas pameran, dalam satu hari Dede bisa mendapat Rp 2,1 juta per hari. Sedangkan, untuk event kampus dan mall angkanya lebih fantastis lagi, bisa sampai Rp 12-15 juta per hari.  “Untuk event di mall harga barang memang kami jual lebih tinggi, karena kelasnya juga lain.” kata Dede saat ditemui bandungupdate di stand bazar di jalan Diponegoro,  Sabtu (29/5).

Jajanan dengan nama Sunda Unik ini  dimulai tahun 2006 bersama semua anggota keluarganya. Ada beberapa jenis makanan khas sunda yang  dijual, seperti combro garing (combring), permen jahe, mie lidi, gulali kacang, sagon mayang dan lainnya. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp 500 sampai Rp 5 ribu. Makanan jenis kue itu dibuat sendiri, sementara makanan yang diberi merk ada penyuplainya. ”Diantara semua makanan yang tersedia, sagon moyang yang paling gemari,” ucapnya.

Hal unik lainnya, bandrol harga barang jajanan yang dipajang menggunakan uang pecahan rupiah tempo dulu yang sudah tidak beredar. Uang seperti pecahan Rp 500 yang bergambar monyet, Rp 1 ribu warna biru bergambar gunung Krakatau sengaja dipajang untuk simbol harga jual. Dede mengaku, memang sudah sejak lama dirinya hobi mengoleksi uang-uang lama. Jadi tidak heran bila punya stok uang lama yang banyak.  

Pria 47 tahun yang mengaku pernah merasakan bangku kuliah jurusan sastra Jerman ini pun menjelaskan, ide awal memulai usahanya ini terinspirasi ketika bekerja di Meksiko. Saat itu, di salah satu kota tersebut ada pedagang yang menjual barang dagangan tempo dulu. sehingga, tertarik untuk menerapkannya di negeri sendiri khususnya Bandung.”Sebelumnya, saya juga pernah menjadi guru bahasa Inggris dan perhotelan.

Dede menyatakan, usahanya ini tidak hanya sekedar mencari keuntungan semata. Tapi, dengan dikenalkannya kembali makanan khas sunda tempo dulu, masyarakat khususnya anak muda saat ini, mampu melestarikan dan mempopulerkan kembali warisan nenek moyangnya. “Makanan khas sunda itu tidak jelek, bahkan mampu bersaing dengan produk makanan luar negeri,” tuturnya. Jika anda ingin mengenang kembali masa kecil, masa di sekolah dasar, menikmati jajanan sekolahan, maka Sunda Unik ini salah satu tempatnya. (fs)      

      

PT.Bandung Media Baru

Jl.Lodaya 69 Lantai II

022-7302186

Bandung - Indonesia

info[at]bandungupdate.com

redaksi[at]bandungupdate.com

Copyright 2015 Bandung Update. Published by bandungupdate.com

Back to Top