Perlu Kreasi Atraksi untuk Kendalikan Arus Kemacetan Wisatawan

    Travel
    

BANDUNG.- Untuk mengecek kesiapan sebuah destinasi wisata apakah layak dikunjungi atau tidak, salah satunya bisa dilihat dari fasilitas umum, khususnya toilet atau WC. “Jika WC tidak bagus, apalagi berbau tidak sedap.. artinya tidak layak dikunjungi apalagi dipromosikan,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Deddy Taufik saat menerima pengurus Badan Promosi pariwisata Daerah (BPPD) Jabar di kantor Disparbud Jabar, Kamis (21/2) sore.

Ucapan Deddy Taufik  yang masih merangkap jabatan sebagai Kadishub Jabar itu mencerminkan penguasaan mendasar tentang pariwisata. Tingkat kebersihan WC, katanya, hanya merupakan salah satu dari 19 ukuran yang menjadi kebutuhan wisatawan  atau tingkat kepuasan wisatawan.

Bahkan ketika berbicara tentang kendala lainnya menyangkut infrastruktur dan kemacetan, Deddy  menyebut harus ada solusi, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Jangka penjang memang harus dibangun infrastruktur tambahan, baik jalan  layang, LRT dan sejenisnya, namun sangat tergantung pada anggaran. 

Salah satu solusi  jangka pendek bisa dengan mengatur jalur seperti halnya jalur se arah di Kawasan Puncak Bogor, pembatasan jenis kendaraan yang melintas di kawasan wisata dan banyak lagi cara, Bahkan salah satu yang akan dicoba adalah dengan mengkreasi atraksi di jalur yang sering macet.  Salah satu contoh yang diungkapkannya adalah jalur Bandung ke Soreang sudah lancar, tapi Soreang ke Kawah Putih sering macet di hari libur. “Saya berfikir kenapa tidak dikreasi atraksi di GOR Sabilulungan untuk  menahan arus dan menampung  arus wisatawan yang akan ke kawasan wisata Ciwidey. Dengan mengkreasi atraksi  banyak  yang akan mendapat manfaat,” katanya.

Deddy juga menyinggun sejumlah infrastruktur akan yang rampung dalam beberapa tahun seperti KA Cepat Bandung Jakarta, Tol Bogor Sukabumi,  Bandara di Sukabumi, jalan Tol ke Bandara Kertajati dan banyak lagi yang diharapkan bisa menunjang pengembangan pariwisata  di Jabar. “Kami ajak BPPD Jabar  untuk terus mencari solusi dari kendala kendala, untuk pengembangan pariwisata Jabar, “ tuturnya  sambil menyebut pertemuan serupa akan terus dikembangkan dengan berbagai stakeholder kepariwisataan lainnya, setelah sebelumnya dengan Asita Jabar  dan beberapa komunitas.

Dalam audiensi, Ketua BPPD Jabar Cecep Rukmana  yang  berkesempatan memaparkan sejumlah program yang sudah dan akan dilaksanakan, didampingi anggota board Maktal Hadiyat, Ina Herliana dan Uyun Achadiat.  Direktur Eksekutif BPPD Jabar Hilwan Saleh beserta staf. Kadisparbud Jabar Deddy Taufik didampingi Kabid  Pemasaran dan sejumlah staf. (UA) *

PT.Bandung Media Baru

Jl.Lodaya 69 Lantai II

022-7302186

Bandung - Indonesia

info[at]bandungupdate.com

redaksi[at]bandungupdate.com

Copyright 2015 Bandung Update. Published by bandungupdate.com

Back to Top