Di Tengah Arus Online, Sales Mission Masih Relevan

    Travel
    Suasana Sales Mission Pariwisata Jabar di Singapura, 3 Mei 2019

DI TENGAH berkembangnya teknologi online (OL) yang menyaingi promosi dan pemasaran pariwisata, pelaku industry pariwisata masih relevan dan masih diperlukan untuk menggelar atau menghadiri travel mart, sales mission dan sejenisnya. Langkah Disparbud Jabar dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jabar yang menyelenggarakan Sales Mission ke Kuala Lumpur Malaysia dan Singapura belum lama ini dinilai sangat tepat. Demikian rangkuman dari beberapa pelaku pariwisata dan tokoh pariwisata yang baru mengikuti sales mission pada Bandungupdate.

Radian dari Sari Ater menyebut, meski penjualan melalui online sangat marak, namun sales mission masih diperlukan. Dengan mengikuti sales mission, kata Radian, pelaku  industry pariwisata mengetahui persis kebutuhan konsumen  di Negara yang dituju. Selain itu, bertemu langsung dengan para calon buyer,  ada sentuhan sentuhan  yang bisa dilakukan para pelaku industry pariwisata yang tidak bisa dilakukan secara online.

Apalagi jika dihitung cost, dengan sales mission, para pelaku industry pariwisata yang bisa menghemat biaya. “Bayangkan dengan hanya berbekal tiket dan akomodasi, bisa bertemu langsung dengan puluhan calon buyer secara langsung. Jika secara sendiri sendiri ingin bertemu calon buyer ke luar negeri sangat mahal,” kata Dian panggilan akrabnya. Keuntungan lainnya, para calon buyer yang disiapkan juga sudah diseleksi dengan cukup ketat.

Ketika ditanya prospek dari hasil sales mission yang digelar 3 Mei 2019 di Singapura itu, Dian menyebut sangat positif. “Kemaren di Singapura, dari pertemuan dengan buyer memperkenalkan produk lama yang sudah ada, muncul permintaan prewed. Jauh jauh ingin prewed di tempat kita,” tutur Dian.

Hal senada diungkapkan Nana Mulyana yang membawa dan menawarkan Kampung Karuhun Sumedang. Destinasi Kampung Karuhun yang lebih mengutamakan kekayaan dan keingahan alam, sudah mampu menggaet calon buyer  yang ingin menjadi agen. “Ini pengalaman pertama  yang luar biasa dan sangat berharga,” komentar  Nana Mullyana,   mantan Wakil Ketua Kadin Jabar. Nana karena kekurangfahamannya tentang sales mission  menyebabkan persipan sangat minim.

Nana  yang juga Ketua PHRI Kab. Sumedang menyebut, keberangkatannya ke Singapura bersama seller lainnya dengan tekad memasarkan Kampung Karuhun, sebuah destinasi wisata yang natural. Selain itu, Nana yang dipercaya sebagai Direktur Eksekutif Sumedang Invesment Board juga  ingin menjadikan wisata di Sumedang menjadi destinasi pasar  Asia. “Ingin meyakinkan pasar Singapura, khususnya kaum milenial bahwa di Sumedang banyak destinasi antimainstream dengan berbagai kearifan local. Kepada Disparbud Jabar dan BPPD Jabar Nana sangat berterima kasih yang member kesempatan bergabung dalam sales mission ke Singapura.  “Sebagai destinasi baru tentu saja kami sangat berterima kasih,” tuturnya.

Ternyata Kampung Karuhun langsung dilirik buyer Singapura.  “Sudah ada kesepakatan lisan, buyer yang akan menjadi agen akan meninjau Kampung Karuhun untuk melihat langsung. Nanti akan ketahuan di titik mana yang kurang dan perlu diperbaiki dan ditingkatkan sesuai standar wisatawan Singapura.

Dari pengamatan bandungupdate, acara sales mission yang membawa 12 sales hotel, travel dan destinasi yang dipertemukan dengan 26 buyer di Singapura berjalan lancar. Sales dan buyer Nampak serius mengikuti setiap sesi pertemuan yang rata-rata 10 menit secara bergilir.

Ketua BPPD Jabar Cecep Rukmana mengakui bahwa dengan perkembangan OL saat ini, sudah terjadi pergeseran pola pembelian paket  berwisata. Namun, para pelancong yang membeli atau memesan tiket perjalanan maupun hotel  secara OL,masih lebih banyak pelancong milenial perorangan. Untuk paket grup dan perorangan kelas tertentu pola pemasaran konvensional masih tetap diperlukan.  Cecep menyebut masih banyak wisatawan yang membutuhkan kenyamanan berwisata sehingga akan menghubungi travel agent. Dengan travel agen, wisatawan akan lebih nyaman, apalagi untuk grup. “Jika terjadi sesuatu, komplen bisa disampaikan langsung ke agen, Tapi kalau dengan OL, komplen tidak bisa disampaikan langsung dan direspon langsung. Ini yang kurang nyaman bagi wisatawan yang buking melalui OL,” tuturnya.  (UA) ***

PT.Bandung Media Baru

Jl.Lodaya 69 Lantai II

022-7302186

Bandung - Indonesia

info[at]bandungupdate.com

redaksi[at]bandungupdate.com

Copyright 2015 Bandung Update. Published by bandungupdate.com

Back to Top