Saung Angklung Udjo Ngumaha Kanu Dibendo

    Bandung euy
    Opik Ngumaha Ceu Popong di iNews TV

SAUNG Angklung Udjo yang merupakan salah satu heritage di Kota Bandung dan menjadi salah satu ikon pariwisata Bandung dan Jabar saat ini dalam kondisi yang teramat memprihatinkan. Menjadi salah satu lembaga budaya yang juga menjadi salah korban terdampak covid 19.

Sebelum Pandemi Covid19, komplek Saung Udjo setiap harinya bisa didatangi sampai 2000 wisatawan domestic dan mancanegara. Namun saat ini, kondisinya berbalik, tidak lebih 20 tamu saja seminggu. “Malah sering kali hanya dua tiga orang yang berkunjung, suami istri dan anaknya. Aya oge duaan, jigana nu keur bobogohan,” tutur Pimpinan Saung Angklung Udjo, Taufik Udjo dalam obrolannya dengan Ceu Popong di iNews TV, Sabtu (17/7) pagi.

Dalam obrolan dengan tema “Rayat Mah Kumaha nu Dibendo”, Opik, panggilan akrab bos Saung Udjo ini mengungkapkan sudah mencoba berbagai solusi dan ngumaha ka anu dibendo untuk menyelamatkan asset dan warisan budaya yang menjadi kebanggaan warga Bandung dan Jabar ini. Ada lebih dari 1000 orang terlibat dalam kegiatan Saung Angklung Udjo (SAU), mulai seniman dan budayawan, karyawan sampai supplier.

Opik juga menyebut sudah berkomunikasi dengan para pejabat yang terkait, termasuk berbagai usulan. Salah satunya, ia menyebut memiliki lahan dan kebun yang bisa digarap dan dimanfaatkan oleh mereka yang selama ini terlibat dalam kegiatan SAU agar mempunyai kegiatan yang bisa menghasilkan, mengingat Pandemi ini diyakininya belum akan berakhir dalam 3 – 6 bulan ke depan.

Saat ini, bertani, beternak dengan sentuhan dan dukungan teknologi merupakan  harapan solusi sementara dan juga masa depan SAU,” katanya. Opik menyebut  untuk merealisasikannya, dukungnan CSR dari perusahaan perusahaan BUMD  dan BUMN di Bandung dan Jabar yang memungkinkan komunitas SAU beraktifitas dan  bisa mengurangi beban dan penderitaan selama menghadapi pandemic.

Ceu Popong yang menjadi host, sangat berharap kanu dibendo (pejabat pemerintahan) untuk sama sama memikirkan dan membantu SAU karena untuk menjadikan sebuah peninggalan yang termasuk dalam kategori heritage budaya itu tidak mudah. ”Manusia punya budaya, yang membedakan dengan mahluk lain,” kata Ceu Popong. Ia juga mengungkapkan rasa emosinya jika SAU ini tidak atau kurang diperhatikan mereka anu dibendo. “Saya pasti ngabantu dalam bidang apapun. Tapi moal duit. Teu boga duit da randa,” tutur Ceu Popong sambil tertawa. (UA) ***

 

PT.Bandung Media Baru

Jl.Lodaya 69 Lantai II

022-7302186

Bandung - Indonesia

info[at]bandungupdate.com

redaksi[at]bandungupdate.com

Copyright 2015 Bandung Update. Published by bandungupdate.com

Back to Top