Kamana Badan Promosi Pariwisata Jabar?

    news
    

BANDUNG. Jika pariwisata akan tumbuh lagi tahun 2022 seperti diprediksi para pakar pariwisata dunia, seharusnya promosi sudah mulai dilakukan saat ini. Namun di Jabar yang diicanangkan sebagai provinsi pariwisata oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil, tidak menunjukkan adanya gerakan promosi seperti yang diharapkan pemangku kepariwisataan Jabar. Promosi digital memang sudah sepantasnya dilakukan, namun promosi digital hanya sebatas memberikan informasi saja, karena akan muncul pertanyaan "siapa yang akan menjualnya. Promosi dan penjualan pariwisata secara langsung masih harus tetap dilakukan.

Demikian terungkap dalam silaturahmi pengurus Badan Promosi Parisiwata Daerah (BPPD) Jabar yang sudah non aktif di Bakso Badjoeri, Jl Sersan Badjoeri Bandung (6/10) siang. Semua mantan pengurus board dan eksekutif hadir lengkap, kecuali Dr Poppy Rufaidah yang kini bertugas di Kedubes Indonesia di AS. Salah satu gambaran tidak adanya promosi dalam mewujudkan Jabar sebagai Provinsi Pariwisata, saat ini sudah tidak ada lagi BPPD, sejak kepengurusan BPPD Jabar habis masa baktinya 2 tahun lalu. "Di Undang Undang Kepariwisataan, kehadiran badan promosi ini bisa dikatakan wajib ada," tutur Cecep Rukmana, mantan Ketua BPPD Jabar.

Ketua PHRI Jabar  yang juga mantan Pengurus BPPD Jabar menyebut saat ini BPPD di Indonesia sedang aktif mempersiapkan promosi pariwisata daerah maasing masing. Sudah ada WAG (grup WA) Badan Promosi se Indonesia. "Tidak ada yang mengatasnamakan BPPD Jabar, karena belum saja dibentuk," tuturnya. Paadahal BPPD Jabar sering dijadikan studi banding daerah atau  provinsi lain yang akan membetuk BPPD. Sebagai gambaran, belum lama ini Provinsi Aceh meminta mantan Ketua BPPD Jabar untuk memberikan pengarahan  pembentukan BPPD Aceh. Namun karrena kondisi kesehatan, yang jadi berangkat ke Aceh adalah mantan Sekretaris BPPD Jabar Djoni Iskandar. Herman Muchtar mengatakan, 2 hari lalu Menteri BUMN Erick Tohir telah menunjuk Dony Oscario sebagai Direktur BUMN Pariwisata, yang menunjukkan keseriusan pemerintah terhadap pegenmbagan potensi pariwisata nasional,

Keprihatinan Jabar hanya akan dijadikan llintasan wisman juga diungkapkan Maktal Hadiyat dan Herman Rukmanadi yang dalam masa pandemi masih terus kontak dengan biro perjalanan di luar negeri yang menjadi partner atau agen dalam mendatangkan wisman. Bahkan Herman Rukmanadi menyebut tidak ada sama sekali perhatian dari pemerintah pada para tur operator yang biasa berpomosi, menjual dan mendatangkan wisman, yang diakui atau tidak, adalah sebagai penghasil devisa negara.

Para mantan Pengurus BPPD Jabar berharap Gubernur Jabar segera membentuk BPPD agar sinkron dan mampu menunjang arah Jabar menjadi Provinsi Pariwisata. Sebagian besar yang hadir sepakat pengurus harus yang muda muda. Dalam kaitan ini, Herman Rukmanadi mengingnatkan agar dalam menunjukk dan menetapkan pengurus BPPD Jabar harus yang benar benar ikhlas bekerja, jangan hanaya ingin jadi pengeurus asal asalan. "Harus dengan hati untuk peningkatan keparisiwataan Jabar," tutur Herman Rukmanadi.

Dalam silaturahmi kekeluargaan yang dipantau bandungupdate.com, berlangsung santai, menggunakan protokol kesehatan yang ketat, dengan mengharuskan peserta memosting hasil negatif tes antiggen pada hari palaksanaan atau sehari sebelumnya (Ua).

PT.Bandung Media Baru

Jl.Lodaya 69 Lantai II

022-7302186

Bandung - Indonesia

info[at]bandungupdate.com

redaksi[at]bandungupdate.com

Copyright 2015 Bandung Update. Published by bandungupdate.com

Back to Top