04 September 2020 | 10:51:00 WIB
Ijang, Barista Cikoneng yang mengolah Kopi dengan Mesin Roasting Buatannya
Mesin Roasting Kopi Buatan Ijang Solehuddin (foto: uyun a/bandungupdate)

BANDUNG.AKRAB dengan tanaman kopi bisa  disebut  masih baru. Tahun 2012 mulai  menanam kopi. Empat tahun lalu memulai belajar mengolah kopi. Kini Ijang Solehuddin (39), boleh dibilang sudah menjadi seorang barista. Barista dari Kampung Cikoneng Desa Cibiru Wetan  Kec. Cileunyi Kab Basndung. Dari buah kopi yang ditanamnya di lereng Gunung Manglayang Kab. Bandung, Ijang mampu mengolahnya menjadi berbagai produk kopi siap seduh, Wash, Honey, Netral dan Wine, tergantung pasar yang disasarnya. Hebatnya, untuk mengolah kopi  sejak dipetik yang biasa disebut ceri, ia mengolahnya, mencuci, menjemurm memfermentasi dan terakhir  meroasting  (nyangrai, sunda)dengan mesin roasting buatannya sendiri.

Berawal dari memiliki lahan garapan melalui program PHBM Perhutani, i memulai menanam kopi dengan bimbingan petugas Perhutani, Asep.  Saat kopi  mulai berbuah, harga ceri (kopi baru dipetik) hanya Rp 6.000 per kg, padahal untuk upah petiknya saja Rp 2.000 per kg. “Sayang terlalu murah, padahal kalo ngopi di warung apalagi café, harganya lumayan,” tuturnya. Ia belajar dan terus berfikir.

Akhirnya,  pria berijasah SMK jurusan  listrik ini mulai belajar menyajikan kopi ke rekannya, Reza, pemilik café di RRI. Mulai mengolah dan menjemur kopi, menyeduh dan menyajikan yang berstandar.  Bahkan ia berguru juga pada seorang barista dari Jakarta, Steven, yang secara kebetulan bertemu dalam acara ngopi bareng di Gedung Sate. Sampai akhirnya ia mampu mengolah ceri menjadi produk kopi jenis Wash, Honey, Netral sampai jenis Wine. 

Kendala yang selama ini dihadapinya menyangkut roasting, terpecahkan dari guru Steven ini. Dalam menularkan ilmunya Steven bahkan sampai membongkar mesin roasting impor terkenal untuk diperlihatkan pada Ijang. Prinsip kerja mesin rosting itu pun diperlihatkan. Ijang memutuskan untuk membuat mesin roasting sendiri. Dengan bantuan tukang las di kampungnya, ahirnya ia berhasil membuat mesin roasting. Dari merancang sampai bulak balik ke bengkel dank e tempat onderdil,  butuh waktu sekitar 3 bulan dengan menghabiskan biaya sekitar Rp 2 juta. Menurut Ijang, memang di pasaran banyak mesin roasting murah, dengan harga ratusan ribu, tapi hasilnya kurang bagus dan sering kali tidak merata.

 

 “Wah..malu Pak penampilannya,” tutur Ijang saat bandungupdate ingin melihat penampilan mesin raosting made in Cikoneng ini. Menurut Ijang, meski sudah bisa berfungsi dengan baik, namun masih banyak kekurangan mesin roasting yang dibuatnya ini. Tidak menggunakan blower, sehingga kalo sedang digunakan, ruangan berbau aroma kopi. Belum menggunakan dinamo sehingga, diputar manual, dengan pengukur temperature yang  juga ikut berputar. “Kalo yang pabrikan, kan pengukur temperaturnya diam. Kalo yang ini ikut berputar,” tutur ijang sambil tertawa, memperlihatkan pengukur temperature yang naik turun mengikuti putaran. “Ga apalah.. mutar manual. Kan cuma 8 – 10 menit,” katanya sambil menyebut mesinnya ini memiliki kapasitas 1.2 kg green bean yang diolah.

Ia juga berceritera, salah satu kesulitan dalam pembuatan mesin roasting ini terutama dalam menyediakan api yang mampu memanaskan dan menaikan suhu sampai 200 celsius dalam tiga menit, seperti yang dipelajarinya dari bedah mesin impor. Sampai sampai ada komponen bekas AC yang digunakan dalam kompornya. Sampai akhirnya mesin roasting made in Cikoneng  ini berhasil dibuat dan bisa menghasilkan kopi berkualitas. Hasilnya? Selain para pelanggan, banyak penggemar kopi yang sengaja ngopi di warungnya, di Kampung Cikoneng yang berudara dingin. Hmmm. (Uyun Achadiat/bandungupdate)

 

 

KOMENTAR ANDA
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
22 Desember 2016 | 08:36:00
30 Stand Bazzar Ramaikan Salimah Expo 2016 Di Mesj..
BANDUNG,  Sebanyak 30 stand bazzar ramaikan pergelaran Salimah Expo 2016 di Mesjid Pusdai Bandun, 21-23 Desember 2016. Acara yang digelar selama 3 hari tersebut diisi dengan berbagai acara menarik seperti seminar, talkshow, worksh...
01 September 2020 | 04:38:00
UID Serahkan 100.000 Masker ke Pemprov Jabar
BANDUNG-Yayasan Upaya Indonesia Damai atau juga dikenal sebagai United in Diversity (UID) Selasa sore (1/09) menyerahkan sumbangan 100 ribu masker kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sumbangan tersebut diterima oleh G...
15 Januari 2020 | 11:59:00
Ridwan Kamil : Proyek PUPR Jabar Diarahkan ke Destinasi Wisata
BANDUNG,-Keberpihakan anggaran dan program program merupakan bukti dukungan untuk mewujudkan bahwa pariwisata akan menjadi lokomotif ekonomi di Jabar.  Salah satu contoh, untuk memudahkan akses ke destinasi wisata, semua Proyek...
mobile bandungupdate.com
facebook bandungupdate.com twitter bandungupdate.com rss bandungupdate.com