30 Juli 2021 | 04:07:00 WIB
Mesjid Rp 4 Miliar dari Mantan Pedagang Kaos Kaki Gasibu Bandung
Aman Suparman

ANAK yang satu ini pernah menjadi pedagang kaki lima di Gasibu Kota Bandung, bersama ribuan pedagang lainnya. memanfaatkan kerumunan hari libur. Ia mengambil kaos kaki dari pedagang di Cigondewa, dengan naik angkot. Setelah laku baru ia setor. Bertahun tahun berjuang keras, hingga akhirnya menjadi juragan kaos kaki yang mempekerjakan 300 karyawan dengan produksi 1 juta pasang kaos kaki setiap bulannya. Sebagian produknya diekspor ke Brunei, Singapura, Malaysia dan Australia. Hebatnya, kaos kaki yang dihasilkan Aman Suparman, putera pasangan Achmad Suryana (Alm) dan Euis Rohayati, kini sudah memiliki sertifikat sebagai kaos kaki halal pertama di Indonesia dan di dunia..!

Saat duduk di bangku SMP kelas 2, ayahnya meninggal. Sejak itu ibunya menjadi tulang punggung keluarga. Melihat perjuangan ibunya sebagai pedagang kecil, anak ke dua dari tiga bersaudara ini sangat prihatin, sehingga saat duduk di bangku kelas 2 STM jurusan listrik, memutuskan membantunya dengan berjualan kaos kaki. "Mulai sekarang, ibu ga usah memberi lagi uang ke Aman," tutur pria kelahiran 15 Januari 1982, mengenang saat ia mengungkapkan niat itu pada ibunya. Sejak itu, ia menjadi pedagang kaos kaki, sebagai pedagang kaki lima di Gasibu, depan Gedung Sate, setiap hari libur. Aman yang menginjak dewasa memilih berjualan kaos kaki karena awalnya ia memiliki banyak kaos kaki sebagai dampak musim hujan. Hampir tiap hari basah dan harus ganti yang kering. "Coraknya bagus bagus...saya coba jualan ke temen sekolah... eh laku," tutur suami Imas Siti Nuraeni pada Bandungupdate.

Sebagai pedagang kaki lima, Aman benar benar merasakan pahit getirnya di lapangan. Dikejar dan diusir Tibum (Satpol PP), dipalak preman, sampai bagaimana perjuangan untuk mendapatkan lapak yang strategis di Gasibu yang menjadi magnet warga setiap hari libur, khususnya hari minggu. "Rebutan lapak sudah menjadi rahasia umum. Saya pernah datang jam 5 sore agar bisa berjualan di tempat strategis esok paginya. Ya nginep di sanalah," tuturnya menceriterakan bagaimana perjuangan untuk memperoleh lapak.

 Pengalaman menyedihkan lainnya juga diceriterakan. Saat membawa kaos kaki dalam karung, hampir tidak ada angkot yang mau membawanya karena bisa menghalangi penumpang lain. Aman mengalah dengan meletakan karung di atas atap angkot, dan ia berdiri di pintu sambil sebelah tangannya memegang karung. "Kalo ngagejlig atau tertiup angin... halaaah lumayan beratnya, padahal diletakkan di atap juga bayar untuk satu penumpang. ya kebetulan dapat supir yang curang,' tuturnya sambil tertawa.

 Menjadi pedagang kaki lima tidak menyurutkan semangat Aman Suparman untuk terus menuntut ilmu, kuliah di STEMBI dan juga menikah pada tahun 2002. "Tiga tahun tinggal di perumahan Mertua Indah," lanjut ayah dari Bagja Fatih Amani dan Sofia Syifa Amani. Haus akan menuntut ilmu, mendorongnya untuk melanjutkan S-2 di Universitas Widyatama dan menyelesaikan S-3 di Asia e-University Malaysia tahun 2021. Selain menjadi dosen praktisi tetap di Passcasarjana Unpad sejak 2015 dan Dosen tamu di beberapa PTN, ia juga aktif di berbagai organisasi maupun kemasyarakatan. Sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Kaos Kaki Indonesia (APKKINDO ) Jabar, Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Pengurus Kadin Jabar, dan Kompartemen Industri Textile BPP HIPMI,

Kaos Kaki Halal

Tiga empat tahun menjadi pedagang kaki lima di Gasibu, tahun 2004 mendirikan CV Al Amin. Mulailah membangun home industry kaos kaki dan berjualan secara online. Dengan 10 orang karyawan, mampu menghasilkan omset Rp 1 milir per bulan. Dalam perjuangnannya, Aman sempat mencicipi kucuran dana PKBL Bio Farma sebesar Rp 15 juta dan Rp 25 juta tahap kedua sekaligus mendapat bimbingan. Sejak itu usahanya makin berkembang. "Kalo udah maju...bank berdatangan menawarkan pinjaman," tutur pria yang kini dipercaya menjadi Ketua APKKINDO Jabar sejak 2012. Menyadari bisnisnya makin menjanjikan, Aman mendirikan PT Soka Cipta Niaga tahun 2011. Sejak itulah, dengan 300 karyawan, perusahaannya mampu memproduksi 1 juta pasang kaos kaki per bulan. Bahkan kaos kaki yang diproduksinya kini sudah memiliki sertifikat halal pertama di Indonesia dan di dunia. Ide membuat kaos kaki halal dilatarbelakangi keprihatinan setelah mengetahui ternyata ada kaos kaki yang dibuat dengan mesin rajut yang memiliki komponen bulu babi. Sebagai muslim yang taat, ia tergerak, karena keyakianan bahwa usahanya bukan hanya untuk pribadi dan keuntungan perusahaannya semata, tapi juga untuk kenyamanan lahiriah dan batiniah konsumennya, khususnya umat muslim yang mayoritas. Selain kaos kaki, perusahaannya juga sudah memproduksi celana dalam, Singlet, Manset, dan Ciput bermerek SOKA. Agar keren,  produk itu dinamai Mens Underwear, Bodysock, Handsock, dan Headsock.

 

Maket Mesjid Amani

Kepedulian Aman Suparman terhadap lingkungan boleh disebut sangat bagus. Salah satu contoh nyata, ia membangun sebuah mesjid di lingkungan kantornya. Mesjid yang diberinama Amani yang akan diwakafkan ke pengurus RT (bukan RW atau kelurahan) itu nilainya hampir Rp 4 miliar. Meski belum rampung karena Covid, namun sejak Bulan Puasa  2021 sudah berfungsi, termasuk digunakan salat tarawih warga sekitar lingkungan RT 05/16 Kelurahan Manjahlega Kec, Rancasari Kota Bandung. Penulis, termasuk salah satu jemaah yang memanfaatkan mesjid yang dibangun juragan kaos kaki itu. Letaknya, persis depan rumah penulis...! Nuhun pa Aman.  (Uyun Achadiat/bandunguptate) ***

 

KOMENTAR ANDA
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
22 Desember 2016 | 08:36:00
30 Stand Bazzar Ramaikan Salimah Expo 2016 Di Mesj..
BANDUNG,  Sebanyak 30 stand bazzar ramaikan pergelaran Salimah Expo 2016 di Mesjid Pusdai Bandun, 21-23 Desember 2016. Acara yang digelar selama 3 hari tersebut diisi dengan berbagai acara menarik seperti seminar, talkshow, worksh...
13 September 2021 | 11:00:00
Gotong royong 123 Warga Cikoneng Ngecor Mesjid Kh
TERCATAT 123 warga Kampung Cikoneng Desa Cibiru Wetan Kec. Cileunyi Kab Bandung Jabar, Rabu (8/1) bergerak serentak menuju satu lokasi. Mereka berkerumun tanpa jarak. Hanya satu dua yang memakai masker. Namun tidak ada yang mengingatkan ...
15 Januari 2020 | 11:59:00
Ridwan Kamil : Proyek PUPR Jabar Diarahkan ke Destinasi Wisata
BANDUNG,-Keberpihakan anggaran dan program program merupakan bukti dukungan untuk mewujudkan bahwa pariwisata akan menjadi lokomotif ekonomi di Jabar.  Salah satu contoh, untuk memudahkan akses ke destinasi wisata, semua Proyek...
mobile bandungupdate.com
facebook bandungupdate.com twitter bandungupdate.com rss bandungupdate.com